• Dark Kage
  • Dark Kage
  • Dark Kage
  • Dark Kage

Partners

Dark Kage | Creative No Plagiat Dark Kage | Creative No Plagiat Dark Kage | Creative No Plagiat Dark Kage | Creative No Plagiat Dark Kage | Creative No Plagiat
Rabu, 04 Februari 2015

Tugas Kompensasi Ibu Nova Tata Tulis Ilmiah Akademi Komunitas Negeri Pangkalpinang

Syarat-syarat menulis Karya ilmiah 
  1. Motivasi dan disiplin yang tinggi
  2. Kemampuan dalam mengelolah data
  3. Kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
  4. Kemampuan Berbahasa
Sistematika Penulisan karya ilmiah pada bagian utama
Pada dasarnya makalah terdiri atas dua bagian utama, yaitu bagian tubuh dan pelengkap.
Bagian tubuh terdiri atas :
  1. Pendahuluan
  2. isi/pembahasan, dan
  3. Penutup
Bagian pelengkap terdiri atas:
  1. Judul
  2. Kata pengantar
  3. Daftar isi, dan
  4. Daftar pustaka.
Tata cara penulisan daftar rujukan
Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam Daftar Rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam Daftar Rujukan.
Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam Daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi
(1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik;
(2) tahun penerbitan;
(3) judul, termasuk anak judul (subjudul);
(4)  kota tempat penerbitan; dan
(5) nama penerbit.
Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisan namanya sama dengan penulis pertama. Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan.
Contoh :
  1. Rujukan dari Buku
Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata hubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:).
Contoh:
Strunk, W.Jr. & White, E.B. 1979. The Element of Style (3rd ed.). New York: Macmillan.
  1. Rujukan dari artikel dalam internet berbasis jurnal cetak
    Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).
  1. Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran
Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.
Contoh:
Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.

Pemilihan kata dalam penulisan karya ilmiah harus memenuhi unsur:
  • Kata Baku : kata yang tepat dan benar dalam kamus besar bahasa indonesia maupun dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Contoh :
  1. Kualitas buah apel dari daerah Bekasi lebih tinggi ketimbangkualitas buah apel dari daerah Batu. (tidak baku)
  2. Kualitas buah apel dari daerah Bekasi lebih tinggi daripadakualitas buah apel dari daerah Batu. (baku)
  • Kata yang Lazim/ umum (cermat, terbatas, makna, berikut, dan lain-lain). Namun tidak menutup kemungkinan dalam penulisan karya ilmiah suatu disiplin ilmu tertentu akan dijumpai istilah yang khas dalam bidang ilmu tersebut (misal bidang keperawatan:ronde keperawatan, lavemen, aksila, regio, dan lain-lain). Pemakaian istilah tersebut sah-sah saja (justru akan membantu pemahaman terhadap bidang ilmu tersebut), tetapi penulisan istilah tersebut harus baku atau sesuai disiplin ilmu tertentu.
  • Kata yang Hemat : penggunaan kata yang sedikit tapi sudah menjelaskan maksud keseluruhan dan hal-hal yang harus dihindari sbb:

  1. Menghindari Perulangan Subyek
Contoh:
Salah:
Penentuan besar sampel jumlahnya terlalu sedikit
Benar:
Penentuan jumlah besar sampel terlalu sedikit
  1. Menghindari kata hari, tanggal, bulan, dan tahun
Contoh:
Salah:
Sampel diambil mulai tanggal 1 bulan Desember tahun 2004
Benar:
Sampel diambil mulai 1 Desember 2004
  1.  Hindari pemakaian hiponim (misal: sore hari, berwarna merah, lampu neon)
  2.  Hindari pemakaian kata penghubung yang berlebihan
Contoh:
Salah:
Kuncoroningrat (1995) mengatakan bahwa …
Benar:
Kuncoroningrat (1995) mengatakan  …
  1. Hindari pemakaian kata-kata yang berlebihan (misal:agar supaya, maksud dan tujuan, mengerti dan memahami)
  • Cermat : berusaha untuk membuatnya menjadi tidak cacat atau tanpa salah.
Kalimat dikatakan efektif jika memiliki ciri (1) gramatikal, (2) logis, (3) lengkap, (4) sejajar, (5) hemat, dan (6) ada penekanan.
1) Gramatikal
Kalimat memiliki cirri gramatikal jika kalimat tersebut disusun mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Untuk memperjelas pengertian tersebut, perhatikan kalimat-kalimat berikut.
a. Pendapatmu tentang tafsiran karya sastra itu bersifat subjektif, tidak bisa diterima olehku.
b. Mahasiwa Ekonomi akan ungkapkan perasaan mereka lewat unjuk karya ilmiah.
c. Para petani tentu mengharapkan hasil panennya akan cepat terjual dan laba banyak.
d. Di Negara-negara maju hampir setiap keluarga memiliki mobil pribadi di mana hal ini sangat mungkin terjadi juga di Indonesia.
Empat kalimat di atas tidak gramatikal. Contoh kalimat a tidak gramtikal karena strukturnya tidak benar, kalimat b tidak gramtikal karena bentukan kata transitifnya tidak benar, kalimat c tidak gramatikal karena karena penggunaan kata gantinya tidak tepat, dan kalimat d tidak gramatikal karena karena penggunaan kata tanya “di mana” yang difungsikan secara kata sambung tidak benar.
2) Logis
Kalimat dikatakan logis jika jalan pikiran, atau gagasan keilmuan yang dinyatakan dalam kalimat dapat diterima kebenarannya oleh akal sehat pembaca. Perhatikan contoh kalimat berikut.
a. Masalah perencanaan karangan ini mau saya jelaskan pada pertemuan yang akan datang.
b. Di pabrik rokok Gudang Garam banyak membutuhkan tenaga kerja wanita, terutama yang belum menikah.
Kedua kalimat di atas tidak logis. Kaliamt a tidak logis karena pilihan katanya yang salah. Kata mau tidak tepat untuk konteks tersebut. Perencanaan karangan tidak mungkin mempunyai kemauan yang mempunyai kemauan adalah orangnya. Contoh kalimat b tidak logis karena di pabrik rokok Gudang Garam tidak mungkin membutuhkan tenaga kerja wanita, yang membutuhkan itu adalah pabrik rokok Gudang Garam. Penempatan kata depan (di) sebelum subjek mengakibatkan kalimat itu tidak logis.
3) Lengkap
Kalimat karya tulis ilmiah perbeda dengan kalimat percakapan sehari-hari dalam hal kelengkapannya. Dalam kalimat keilmuan diperlukan penggunaan unsure-unsur wajib, yakni penggunaan subjek, predikat, objek, dan keterangan secara jelas dan fungsional.
Perhatikan contoh kalimat berikut ini.
a. Agar tercipta lingkungan yang bersih membutuhkan tenaga , biaya, dan partisipasi masyarakat yang mengelolanya.
b. Ketidakberhasilan para penguasaha kecil itu karena ketidaktahuan mereka dalam mengelola usaha.
c. Para guru SD sebenarnya sudah berusaha menerapkan, tetapi KTSP itu memang rumit.
d. Bank-bang di Indonesia sudah mulai berani meminjami pengusaha kecil .
Empat kelimat di atas tidak lengkap . Contoh kalimat a tidak bersubjek; kalimat b tidak berpredikat; kalimat c d dan d tidak berobjek.
4) Sejajar
Kesejajaran kalimat artinya kesamaan atau keserasian unsur kebahasaaan, misalnya bentukan kata, atau pola struktur yang digunakan dalam suatu kalimat. Gagasan atau informasi keilmuan yang sama hendaknya dinyatakan dalam bentukan kata atau pola struktur kalimat yang sama, sepadan atau sejajar. Perhatikan contoh kalimat berikut ini.
a. Sangat disayangkan bahwa sampai saat ini pimpinan lembaga peneliitian belum merekomendasi usulan penelitian ini.
b. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar keadaan menjadi sehat, di antaranya adalah (i) berolahraga, (ii) istirahat secukupnya, dan (iii) minum yang banyak.
Kedua kalimat di atas tidak sejajar. Contoh kalimat a tidak sejajar karena pola struktur klausan pertama terbentuk pasif dan pola struktur klausa kedua berbentuk aktif. Contoh kalimat b tidak sejajar karena rincian (i) berbentuk kata kerja (ii) berbentuk kata benda, dan (iii) berbentuk kata sambung.
5) Hemat
Kalimat dikatakan hemat jika seluruh unsur yang digunakan dalam kalimat misalnya, kata, istilah, dan frasa benar-benar mendukung gagasan keilmuan penulisnya. Oleh sebab itu penggunaan kata, istilah, dan frasa secara mubazir, boros, atau berlebih-lebihan sebaiknya dihindari.
Perhatikan conton berikut ini.
a. Pembelajaran tentang sain saat ini perlu penanganan khusus karena banyak para siswa yang mengeluhkan kesulitan materi pembelajaran tersebut.
b. Maksud daripada dicantumkannya subtopik latihan pada setiap modul adalah untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi.
Kedua kalimat di atas tidak hemat karena menggunakan kata ‘tentang’ dan ‘daripada’ yang tidak mendukung gagasan penulisnya. Kedua kata dalam dua kalimat tersebut seharusnya dihilangkan.
6) Penekanan
Gagasan atau informasi yang dipentingkan oleh penulis perlu diberi penekanan atau emphasis. Hal ini dilakukan oleh penulis aga informasi yang dinyatakan memperoleh perhatian dari pembaca. Peenkanan unsur kalimat dilakukan dengan cara (i) meletakkan unsur yang ditekankan di awal pernyataan, atau (ii) membubuhi partikel pementing, yakni ‘lah’, ‘kah’, dan ‘pun’. Perhatikan contoh berikut ini.
a. Wanita karyawan sepatutnya mendapatkan perhatikan khusus dari perusahaan tempat mereka bekerja.
b. Dalam kekacauan yang terjadi di UGM itu, sebaiknya masyarakat mengangagap bahwa mahasiswalah yang dianggap bersalah.
Dalam contoh kalimat a, yang ditekankan dalam kalimat tersebut adalah “karyawan wanita”. Karena itu, unsur tersebut diletakkan di awal kalimat. Demikian juga frasa karyawan wanita, kata karyawan menempati inti frasa. Kata tersebut berkedudukan sebagai kata yang diterangkan dan ditempatkan di awal frasa, sehingga susunannya bukanlah wanita karyawan, tetapi karyawan wanita. Adapun contoh kalimat b, kata yang ditekanan adalah mahasiswa, sehingga kata tersebut dibubuhi lah, agar pembaca atau pendengar memperhatikan kata tersebut secara khusus.
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar